.

.

RAHASIA TERBESAR SINDUE

SEBELUMNYA BACALAH SURAH AL-FATIHAH

بسم الله الرحمان الرحیم
الحمد لله الرب العلمین * الرحمن الرحیم * مالک یوم الدین *

ایاک نعبد و ایاک نستعین * اهدنا الصراط المستقیم *
صراط
الذین انعمت علیهم غیر المغضوب علیهم و لا الضالین *

Sabtu, 15 Februari 2014

Ternyata Amerika Memiliki Hutang 57ribu Ton Emas Kepada Indonesia

The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva pada 14 November 1963 Indonesia Analysis Online, Jakarta -Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia. Perjanjian “The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963 Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini. Perjanjian itu bernama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri. Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini. Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia. Asal Mula Perjanjian “Green Hilton Memorial Agreement” Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang. Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika. Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry. Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International. Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang. Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas. Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve) Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini. Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar. Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar. *Sumber Semua Sumber Selengkapnya...

Jumat, 26 Juli 2013

KABUPATEN SINDUE TANAH PAMULA

SINDUE TANAH PAMULA

Sindue, sebuah sejarah yang sampai hari ini masih dipenuhi oleh misteri, sebuah peradaban manusia yang berada diwilayah kekuasaan Negara republic inbdonesia, tepatnya di Sulawesi tengah, kabupaten donggala. Nama sindue sendiri diambil dari nama sebuah dusun yang berada di desa Enu yang sekarang bernama Jono. Berbicara tentang sejarah, sindue sangat kaya, tetapi kekayaan sejarahnya itu sampai sekarang tak juga dapat dibuktikan dengan pendekatan ilmia, atau dengan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan sejarah itu sendiri. Sejarahnya hanya dapat didengar dari mulut totua-totua adat atau para orang tua yang diwariskan secara turun temurun hingga hanya menyerupai kisah legenda atau terlalu kasar penulis menyebutnya, hanyalah dongeng-dongeng pelipur tidur saja buat anak-anak mereka, buat cucu mereka. Sampai kapan sejarah ini akan terungkap, bila memang benar-benar ada. Tak ada seorang pun yang tertarik mengungkapkannya, seorang antorpologi, sejarawan atau bahkan seorang mahasiswa pun yang serius menanganinya. Yang ada hanya mereka yang memburu hal-hal yang mistik saja yang dapat membuat masyarakat jatuh kedalam jurang kesyirikan. Dan inilah masalah kita yang sebenarnya, menegur dan mengarahkan mereka dari pemahaman-pemahaman yang keliru akan sejarah itu sendiri. Ataukah ?? ini cara mereka untuk mengungkap sejarah yang selama ini terpendam di Sindue, huff…sungguh ironis memang, mengapa manusia selalu suka bermain – main dengan kesyirikan. Hingga pada tahun 2012 yang lalu, entah itu cara untuk mengungkap sejarah ataukah ada tendensi yang lain, semisal sebuah kekuasaan, entalah……. Diawal tahun itu terdengarlah isu yang,…. wow..!! sangat luar biasa, lompatan yang sangat jauh dengan star pendek. Tak lain adalah pembentukan sebuah kabupaten diwilayah kabupaten Donggala, yakni, kabupaten “SINDUE TANAH PAMULA” nama yang keren, tapi sekaligus nama yang penuh dengan tanda Tanya, yakni pada dua kata yang menghiasi kata “SINDUE”, “tanah Pamula” dari kedua kata diatas, “tanah Pamula” mempunyai maksud, bahwa dunia ini pertama kali diciptakan adalah tanah di Sindue yakni di TOPOSO BULU MOLANTO. ( Baca Artikel Tanah Sanggamu) Semenjak isu itu terdengar ke khalayak, lahirlah berbagai macam tanggapan, dari tanggapan yang baik sampai tanggapan yang miring. Dan semua itu adalah hal biasa yang lahir dari sebuah konsekuensi dari sebuah perjuangan. Tapi, dari sekian tanggapan, tanggapan yang paling menyakitkan untuk mereka yang sedang berjuang dengan “SINDUE TANAH PAMULA” adalah, mereka dikatakan orang gila yang bermimpi indah, ya…begitulah namanya masyarakat. Penulis sendiri mendukung usaha mereka dengan satu alasan, “jangan perna mengaitkan semua itu dengan “NENEK KERAMAT” atau “UENTIRA” sebab akan menjadikan masyarakat Sindue memberhalakan sosok penyebar agama islam di tanah Kaili Alm. Syehk LASADINDI yang sama-sama kita telah ketahui sudah tenang di alamnya di sisi Allah SWT, amin. Dilihat dari kacamata hukun tata negara, pemekaran sebuah wilayah menjadi sebuah kabupaten sangat bertentangan dengan apa yang sedang mereka usahakan sekarang, terkesan dipaksakan. Pemekaran sebuah wilayah sebenarnya berasal dari daerah itu sendiri yang kemudian diajukan ke provinsi dan ke pusat yang kesemuanya memakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya sekarang, semua urusan pemekarang kabupaten “SINDUE TANAH PAMULA” berasal dan diusahakan langsung dari pusat, sesuatu yang terbalik dari lazimnya sebuah pemekaran wilayah di negara kesatuan republik Indonesia ini. Dan yang lebih anehnya lagi biaya yang mereka persiapkan hanya beberapa puluh juta saja. Bahkan terdengar diluar sana, bahwa usaha mereka ini dibantu juga oleh makhluk ghaib yang berasal dari Uentira, dan nama yang sering disebut-sebut adalah seorang makhluk halus yang sudah populer di dunia perdukunan, “NUR INTAN,” akh……terdengar lucu memang. Bahkan yang lebih membuat penulis prihatin mereka mesti membawa hal ini ke Kuburun “DAYO NTOKI” di desa Masangi sana. Berita ini kami dapatkan dari seorang pemerhati fenomena kesyirikan di tanah Sindue yang tak mau di diberitahukan namanya. Dari semua rencana pemekaran ini, ternyata jauh sebelumnya telah dipersiapkan oleh mantan presiden Republik Indonesia, “IBU MEGA WATI SOEKARNO PUTRI” semenjak di panggilnya kepala desa Enu, yang waktu itu masih dijabat oleh “BAPAK JAELUDIN” sewaktu ibu Mega masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, tetapi baru tahun 2012 lalu rencana itu muncul kepermukaan disebabkan kedua utusan ( yakni Pabak Jaeludin dan temannya ) tak mampuh memikul beban tersebut, kata seorang tokoh masyarakat Toaya. Pemekaran kabupaten “SINDUE TANAH PAMULA” ini rencananya akan diresmikan pada bulan oktober tahun lalu, 2012. Tapi sampai berahirnya tahun 2012 tak juga kunjung terjadi, hingga membuat sebagian masyarakat menertawakan usaha para pemekar Sindue tanah pamula ini, bahkan sebagian mengatakan, “Dasar, orang-orang gila. Mengurus yang tak masuk akal.” Bersamaan dengan tulisan ini termaktublah nama-sama yang tak asing di kalangan orang Sindue, sebab mereka semua adalah toko masyarakat yang disegani yang kesemua nama itu sudah ada jabatan mereka masing-masing kalau kabupaten SINDUE TANAH PAMULA benar-benar sudah mekar. Mulai dari bupatinya, staf-stafnya, ketua dewannya sampai dengan kepala dinasnya. Dan untuk menghargai perjuagan mereka yang masih disembunyikan dari masyarakat ini kami tak merilis nama – nama dan jabatan mereka setelah sindue berhasil mekar menjadi kabupaten baru. Bersambung di artikel berikutnya …………………. INSYA ALLAH TAK JADI BERHALA Selengkapnya...

INSYAH ALLAH TAK JADI BERHALA

INSYA ALLAH TAK JADI BERHALA

Menyambung artikel sebelumnya “KABUPATEN SINDUE TANAH PAMULA” Setelah sempat redup dari pembicaraan dimasyarakat dan tak terdengar lagi kelanjutan dari pemekaran kabupaten sindue tanah pamula ini dari toko-tokoh yang mengusahakannya, hingga pada bulan penuh berkah ini, Ramadhan yang penuh nikmat, terdengar kembali rencana yang telah mereka usahakan di tahun lalu, tahun 2012, dan kali ini menurut sumber yang penulis percaya, benar-benar akan segera terjadi. Ditandai dengan datangnya seorang toko yang sudah agak lanjut usianya, datang untuk menyampaikan kepada mereka para toko-toko pemekar itu agar segera membentuk panitia penyambutan peresmian “KABUPATEN SINDUE TANAH PAMULA” sebab masalah pemekaran ini sudah berada di meja kerja Bapak presiden republic Indonesia, Bapak Susilo bambang Yudoyono, dan telah di instruksikan untuk segera membentuk kepanitiaan agar begitu surat dari pusat datang mereka tak lagi kalang kabut. Dan tak tanggung-tanggung, kabupaten SINDUE TANAH PAMULA ini mendapat keistimewaan sebagai kabupaten dengan otonomi khusus, yang tak tahu dilihat dari mananya Sindue ini hingga mendapat keistimewaan seperti itu. Peresmian kabupaten SINDUE TANAH PAMULA ini menurut sumber kami, akan dilaksanakan secepat mungkin, mungkin juga dibulan ramadhan ini atau lewat sedikit atau untuk menghindari pertentangan dikalangan masyarakat akan laksanakan setelah pemilihan kepala daerah kabupaten donggala, Pupati dan wakilnya yang insyah Allah akan dilaksanakan pada bulan September mendatang di tahun 2013 ini. Adapu rencana peresmian kabupaten “sindue tanah Pamula” ini akan dilaksanakan di lapangan sepak bola Toaya-Vunta yang akan dihadiri oleh bapak presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono, ibu Mega wati soekarno putrid, gubernur Sulawesi Tengah, dan bupati seprovinsi Sulawesi tengah. Dan setelah sedikit bertanya pada sumber kami ini, terjawablah siapa nama orang yang membawa pemberitahuan dari Jakarta tersebut untuk segera membentuk kepanitiaan, dan nama itu membuat kami sedikit kaget, dikarenakan nama itu tak lagi asing ditelinga kami, nama yang selama ini mengembara dari satu dukun ke dukun yang lainnya, dan merasukinya, ia adalah “NUR ALAM” dan nama itu ada di negri UENTIRA, atau mungkin bukan NUR ALAM itu yang dimaksudkannya, nanti lebih jelasnya kita tunggu saja di hari ketika peresmian KABUPATEN INDUE TANAH PAMULA itu akan terjadi, kita tunggu bersama. Perkiraan penulis dengan terbentuknya kabupaten baru ini akan menjadikan berhala terbesar untuk masyarakat Sindue, sebab akan terbentuk dipemikiran masyarakatnya bahwa semua usaha ini berasal dari makhluk halus di UENTIRA, dan alm. Syekh Lasadindi menjadi pujaan yang tertinggi bahkan menjadi tuhan-tuhan baru di hati masyarakat ini. Tapi, muda-mudahan pula dugaan ini tak terjadi. Amin. Alangkah kelirunya masyarakat ini mengatakan bahwa Alm. Lasadindi tidak meninggal dunia tapi dia berada di negeri Uentira, sesungguhnya wali Allah itu tidaklah meninggal, mereka itu hidup di sisi Tuhannya, Allah swt dan mendapat rezki bukan di UENTIRA. Dan Untuk lebih jelasnya hingga kami menduga nama NUR ALAM tersebut diatas adalah dari Uentira ketika kami memeriksa nama daftar pejabat negeri Sembilan di bawah ini, Dimulai dari nomor 6 :


        6.      Hj Nur Faedah                              = Kuasa Usaha perbankan 
        7.      Hj Datu Mangaji  Raja Angin         = Kuasa belahan BumI bAgian Timur

  1. Hj Siti Mardiana                             = Direktur Bank Uentira Sejahtera
  2. Hj Nur Intan                                  = Menko  Ekuin
  3. Hj Nenek Ranti                               = Mentri Kesehatan
  4. Hj Siti Nur Aminah                        = Mentri Kesejahteraan Sosial
  5. …………………………………
  6. ………………………
  7. ……………………………
   86. Hi. NUR ALAM                      =…TAK ADA KETERANGAN JABATAN..


Atau  pada  daftar  nama-nama  anak  dari  Syekh  LASADINDI  berikut  ini :
                                                      
16
Sengkang
Datu
Balasari
Petta Malajange
17
Mekkah
Syekh Rahman
Muzdalifah

18
Banjarmasin
Andi Muhammad Yakin
Sakka

19
Samarinda
Andi Laude
Inurung

20
Tarakan
Muhammad Yusuf
Aminah

21
Pulungan
Puang Dalle


22
Kupang
Andi Salleh
Rahmatiah
1 anak
23
Blitar (Jawa)
Sunan Kali Jaga
Syeh Mandar
Sukarno Lino
24
Irian Jaya
Puang Talempe Gembe
Saripa

25
Saban Pasung (Makassar)
Andi Nurung


26
Mamasa
Puang Nenek
Puang Isa

27
Enu
Manggerante/Lasadindi
Hawa
Ratu
28
Besusu
Manggerante/Lasadindi

Indo Rau
29
Sipayo (Pantai Timur)
Manggerante/Lasadindi

Pompoisi Warsito
30
Wani
Manggerante/Lasadindi

Bone Lasawalu Loigi
31
Pinrang
Petta Barang


32
Cina
Puang Ndodong
Siti Aisah
Nur Alam
33
Amerika
Puang Walli
Halimah
Nur Pakistan
34
Timur-Timur
Puang Tanrisamai
Dg. Saripa
Moh. Nur
35
Polmas
Andi Pettaduri
Aminah
Hasanuddin
36
Palanro
Puang Doigangku
Saripa
Moh. Saleh & Andi Santi
37
Kalora
Manggerante/Lasadindi
Vonci
Puang Woleama



Selengkapnya...